Chipset Xiaomi XRING 02, penerus XRING 01 yang sukses, dikabarkan akan menggunakan proses fabrikasi 3nm dari TSMC, tertinggal satu generasi dari kompetitor yang telah beralih ke proses 2nm. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang strategi Xiaomi di pasar semikonduktor yang kompetitif.
Biaya dan Geopolitik: Hambatan Utama

Alasan utama di balik pilihan Xiaomi ini adalah biaya produksi yang sangat tinggi untuk wafer 2nm. Setiap wafer 2nm TSMC diperkirakan mencapai angka yang fantastis, belum termasuk biaya pengujian. Bagi Xiaomi yang tengah mengurangi ketergantungan pada Qualcomm dan MediaTek, penggunaan proses 3nm menjadi langkah pragmatis untuk mengendalikan pengeluaran.
Selain faktor finansial, kendala geopolitik juga berperan. Pembatasan ekspor peralatan EDA (Electronic Design Automation) canggih dari AS menjadi hambatan signifikan bagi pengembangan chipset 2nm. Tanpa alat-alat tersebut, peluang Xiaomi untuk menciptakan chipset 2nm sangat terbatas.
XRING 02: Lebih dari Sekadar Smartphone
XRING 02 tidak hanya ditujukan untuk smartphone dan tablet. Chipset ini juga dievaluasi untuk penggunaan di sektor otomotif dan aplikasi lainnya. Kompleksitas integrasi ke berbagai produk ini akan menambah beban keuangan dan memperpanjang waktu pengembangan, sehingga peluncurannya mungkin akan lebih lambat dari perkiraan awal.
Strategi Jangka Panjang Xiaomi
Meskipun menggunakan proses 3nm, Xiaomi tidak sepenuhnya menyerah. Teknologi 3nm generasi ketiga TSMC (N3P) masih kompetitif dan mampu memberikan performa yang memadai. Xiaomi berencana mengimbangi keterbatasan hardware dengan optimasi perangkat lunak dan integrasi sistem yang lebih efisien.
Bocoran informasi mengenai Xiaomi 15T dan Xiaomi 15T Pro yang menggunakan chipset pihak ketiga menunjukkan bahwa Xiaomi masih aktif berkolaborasi dengan vendor lain. Bersamaan dengan itu, pengembangan HyperOS 3 juga menjadi fokus, yang diyakini dapat mengoptimalkan kinerja perangkat dengan chipset yang lebih rendah.
Kesimpulan
Keputusan Xiaomi untuk menggunakan proses 3nm pada XRING 02 merupakan strategi yang kompleks. Dalam industri semikonduktor yang dinamis, langkah konservatif ini mungkin menjadi strategi jangka panjang yang efektif di tengah ketidakpastian rantai pasokan dan tekanan geopolitik. Hanya waktu yang akan membuktikan apakah keputusan ini tepat. Namun, fokus pada optimasi perangkat lunak dan strategi holistik Xiaomi patut dinantikan.





