Apa itu Mining Bitcoin di tahun 2021

Apa itu Mining Bitcoin di tahun 2021

Popularitas Bitcoin meningkat karena semakin banyak orang yang mencari tahu tentangnya dan kemudian mempelajarinya. Akan tetapi masih sulit untuk memahami beberapa konsep yang terkait dengan Bitcoin – seperti apa itu mining Bitcoin (mining = penambangan atau menambang), hal ini jelas merupakan salah satu konsep tersebut.

Apa itu mining Bitcoin? Bagaimana cara kerja mining Bitcoin? Berapa lama waktu yang diperlukan untuk untuk menambang bitcoin …? Ada begitu banyak pertanyaan yang kita tanyakan pada diri sendiri ketika pertama kali membaca tentang Bitcoin dan penambangan. Ini membingungkan, bukan?

Bagaimana Menghasilkan Uang Dengan Mining Bitcoin

Setiap transaksi bitcoin, seperti menjual bitcoin atau berbelanja dengan bitcoin, kode pribadi itu akan dikirimkan kepada pembeli (apabila menjual bitcoin) atau dikirimkan kepada penjual (apabila berbelanja menggunakan bitcoin).

Nah, ketika kode pribadi itu dikirimkan, harus ada proses verifikasi dari mining bitcoin. Pada saat itulah miners bekerja, dan mendapat imbalan bitcoin dan altcoin.

“Penambangan atau mining bitcoin adalah proses memverifikasi transaksi bitcoin dan menciptakan bitcoin baru. Jadi, miners adalah orang-orang yang menambang bitcoin dan altcoin mendapatkan supply dari bitcoin dan biaya transfer saat bitcoin dikirimkan,” kata Oscar kepada detikcom, Kamis (28/1/2021).

Oleh karena itu, miners punya peran penting dalam bitcoin. Oscar mengatakan, miners tidak bisa disebut sebagai pencuri bitcoin.

Apa itu Mining Bitcoin ?

“Miner itu yang menjalankan serverĀ bitcoin, hacker yang pencuri,” tegas dia.

Akan tetapi, untuk menjadi miners bitcoin diperlukan komputer berteknologi tinggi, jaringan internet yang kuat, dan juga listrik yang cukup besar. Untuk memenuhi itu semua, modalnya pun tak sedikit, bahkan bisa dibilang fantastis.

“Hanya saja, untuk mining, seorang miners membutuhkan peralatan komputer yang mahal. Seorang miner membutuhkan perangkat komputer dengan hardware VGA atau mesin miners, bisa mencapai ratusan juta setidaknya untuk mendapatkan keuntungan yang sebanding,” papar dia.

Lalu, apakah untuk mendapatkan bitcoin hanya bisa dilakukan dengan mining? Tentu tidak. Oscar mengatakan, bitcoin juga dijual di ritel-ritel, dan bisa diperoleh dengan mudah.

“Hanya dengan modal smartphone biasa dan komputer biasa ditambah dengan jaringan internet, semua orang bisa memiliki bitcoin dengan trading atau membeli di platform seperti di Indodax. Modalnya, juga jauh lebih murah. Bisa dari Rp 10.000 saja (trader bisa membeli bitcoin dalam bentuk pecahan yang disebut satoshi),” ujar Oscar,

Dihubungi secara terpisah, Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo mengatakan, mining bitcoin juga menjadi salah satu faktor harga bitcoin semakin tinggi. Sejak awal diluncurkan pada tahun 2009, bitcoin hanya diciptakan terbatas, yakni 21 juta keping. Hingga saat ini, sekitar 18,6 juta keping bitcoin sudah tersebar, maka sisanya pun semakin sedikit.

“Kasus BTC semakin langka koin yang tersisa, dan mengambil koin ini juga butuh teknologi tinggi, spesifikasi yang digunakan itu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk bisa mengambil BTC ini. Jadi otomatis harganya juga tinggi, karena usaha mereka untuk mengambil BTC ini sudah jauh lebih sulit dibandingkan dulu,” pungkasnya.

sumber: detik